Gagal Panen, Modal Usaha BUMT-MB Tubaba Rp. 5,5 Miliar Ludes


BANDAR LAMPUNG – Masalah gagalnya proyek usaha ternak ayam milik BUMT-MB (Badan Usaha Milik Tiyuh Mandiri Bersama) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, diduga ada oknum pihak tertentu yang berorientasi mencari keuntungan dan mengabaikan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga menyebabkan BUMT-MB gagal panen dan modal usaha bernilai Rp. 5,585 Miliar ludes.

Hal ini diungkapkan narasumber yang patut dipercaya dikantor redaksi Tipikor News, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, baru-baru ini.

Sebelumnya, Dugaan korupsi dana modal usaha Rp. 5,585 Miliar milik BUMT-MB Tubaba ini, pada pertengahan tahun (2017) lalu sempat menjadi sorotan public. Pasalnya, sejumlah kalangan Kepala Tiyuh dan masyarakat setempat merasa kecewa karena sejak dibentuknya usaha bersama tersebut mereka sama sekali tidak tahu keberadaan kandang ayam dan dimana kantor BUMT-MB.

Menurut keterangan sumber ini, BUMT-MB ini berdiri pada 1 Oktober 2015 dan didirikan berdasarkan Peraturan Menteri Desa dan Musyawarah antar Tiyuh telah diresmikan dan dilaunching langsung oleh Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad ini pada April 2016 lalu.

Badan Usaha ini adalah usaha bersama yang dibentuk dengan modal usaha Rp. 5.585.000.000,- (Lima Miliar Lima Ratus Delapan Puluh Lima Juta Rupiah) yang didapat dari penanam modal seluruh kepala tiyuh yang ada di Tulangbawang Barat dengan masing-masing menggunakan dana desa (DD) setiap tahun Rp. 60 Juta.


Ironisnya, usaha yang katanya untuk mencapai tujuan sosial ekonomi dan pemberdayaan masyarakat ini dan menjadi harapan dan kebanggaan masyarakat di Bumi Ragem Sai Manggi Wawai serta bisa menyuplai kebutuhan provinsi dan nasional serta dapat menambah pendapatan masyarakat juga menjadi pendapatan asli tiyuh ini, ternyata sampai sekarang hanya menjadi bunga tidur (mimpi) bagi masyarakat tiyuh se-Tubaba, bebernya.

Masih diutarakan sumber, saat itu ketika ditengah perjalanan usaha, pihak BUMT-MB menyatakan bahwa dalam usaha tersebut muncul suatu kendala. Tiba-tiba muncul kematian ternak ayam dengan jumlah yang cukup besar dan secara terus menerus, diduga dikarenakan terkena virus, sehingga membuat Kepala dan masyarakat tiyuh trauma dan kecewa.

Selain itu pihak pengurus BUMT-MB juga menyatakan, bahwa sirkulasi pergerakan usaha BUMT awalnya sempat berjalan baik dan sempat meraih masa emas/ kejayaan serta keberhasilan keuntungan usaha berproduksi. Bahkan hasil pemasaran produk BUMT mencapai daerah Lampung Utara, Tulang Bawang, Natar dan Bandar Lampung.
Sementara soal keuangan atau rugi laba selama ini telah dillakukan evaluasi BUMT dengan diaudit oleh BPKP Provinsi Lampung dan Tim Auditor dari Unila.

Lebih jauh sumber ini menjelaskan, dari keterangan pihak BUMT-MB ini sama sekali berbeda dengan keadaan di tiyuh-tiyuh yang ada diwilayah Tubaba. Sejumlah kepala tiyuh banyak mempertanyakan pengelolaan dana usaha bersama tersebut, pihak pengurus BUMT-MB dalam pengelolaannya tidak transparan.

“Mereka menilai selama dibentuknya BUMT ini, belum pernah merasakan bahwa sirkulasi pergerakan usaha BUMT sempat berjalan baik dan sempat meraih masa emas/ kejayaan keberhasilan serta keuntungan usaha bersama itu. Selama ini jangankan soal untung dan rugi dari pengelolaan usaha, melihat ayam ternaknya saja kami tidak,” ucap sumber dengan nada geram.

Terpisah, Bupati Tulangbawang Barat, Umar Ahmad dalam rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam rangka laporan pertanggungjawaban dan evaluasi program usaha serta evaluasi manajemen organisasi yang digelar BUMT-MB Tubaba, di Balai Tiyuh Penumangan Baru, belum lama ini mengakui bahwa soal untung dalam dunia bisnis pasti akan dialami.

Memang dalam setiap usaha kita tidak bisa langsung berpikir akan meraup keuntungan banyak dalam dunia bisnis, tentunya grafik untung rugi pasti akan dialami, apalagi usaha di BUMT ini merupakan usaha yang menjanjikan namun beresiko tinggi, untuk itu saya optimistis usaha ini akan bangkit dan berjalan baik, terutama seluruh kepala Tiyuh selaku pemegang saham harus proaktif dalam usaha ini,” kata Bupati Tubaba, Umar Ahmad.

Bagaimana kelanjutan berita ini, selengkapnya dapat dibaca edisi mendatang. (TIM)

Post a Comment

[blogger]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget