DIDUGA HONOR PETUGAS KEBERSIHAN RSUD ABDUL MOELOEK DI TILEP RP1,8 M


BANDAR LAMPUNG – Honor ratusan petugas kebersihan yang dianggarkan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung, diduga kuat ditilep/ korupsi oknum pejabat sehingga berpotensi merugikan uang negara Rp. 1.827,600.000,- (Satu miliar delapan ratus dua puluh tujuh juta enam ratus ribu rupiah).

Berdasarkan keterangan dan informasi narasumber perdetik.co (Tipikor News Grup) mengatakan, bahwa pihak RSUDAM mengalokasikan dana BLUD tahun 2017 untuk pengadaan biaya jasa kebersihan Rp. 4,5 Miliar pada satuan kerja di lokasi pekerjaan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, yang dilaksanakan oleh pemenang tender (PT. CJR) disinyalir telah terjadi penyimpangan anggaran.

Menurut narasumber yang patut dipercaya, modus korupsi ini terungkap dari sebanyak 131 orang petugas kebersihan di RSUDAM tersebut, masing-masing hanya diberikan upah Rp.1,7 Juta/ bulan.

Sehingga selama pada tahun 2017, dalam kurun waktu 12 bulan pihak RSUD Abdul Moeloek hanya menghabiskan biaya Rp. 2.672.400.000,- (Dua Miliar Enam Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Empat Ratus Ribu Rupiah) untuk pengadaan biaya jasa kebersihan.

“Kemana sisa uang miliaran tersebut? Selain itu juga seharusnya jika mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung tahun 2017, masing-masing petugas tersebut menerima upah Rp. 1.908.447,- per orang/ bulan,” beber sumber saat dikonfirmasi perdetik.co  belum lama ini.

Lebih lanjut dijelaskannya, alokasi dana pengadaan biaya jasa kebersihan Rp. 4,5 Miliar terkesan sangat berlebihan, tidak sesuai dengan kebutuhan sebenarnya. Hal ini menunjukkan bahwa pihak RSUDAM diduga ingin mengedepankan kepentingan pribadi dengan mencari keuntungan untuk memperkaya diri.

“Diduga modus korupsi ini terjadi mulai dari penyusunan anggaran yang kurang melibatkan partisipasi masyarakat dan prosentase belanja rutin yang lebih membengkak dengan memperbanyak/ memperbesar mata anggaran (Mark-Up) pada rincian kegiatan biaya belanja,” ungkap sumber yang enggan menyebut namanya.

Sementara, sampai berita ini diturunkan Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung belum dapat dikonfirmasi karena tidak berada diruang kerjanya. Sehingga untuk mendapat pemberitaan yang berimbang, tim investigasi melayangkan surat konfirmasi tertulis.

Mau tahu dan bagaimana tanggapan Direktur Utama RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung, Dr. Herry Djoko Suminto, M. Kes, serta siapa saja oknum pejabat terlibat atas kasus dugaan korupsi ini, baca berita selengkapnya edisi mendatang. (TIM)

Post a Comment

[blogger]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget