SOAL BLUD, DIREKTUR RSUAY METRO: JIKA ADA DATA, SILAHKAN LAPORKAN!

Ilustrasi

KOTA METRO - Jika memang dalam permasalahan ini kalian (Wartawan) ada datanya, silahkan laporkan. Jangan melaporkan laporan fitnah. Sebab laporan fitnah ada konsekuensinya. Dan saya akan bertindak.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Rumah Sakit Umum Ahmad Yani (RSUAY) Kota Metro, Provinsi Lampung, drg. Erla Andrianti melalui penasehat hukumnya, Hadri Abunawar kepada perdetik.co saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan korupsi dan pelaksanaan yang tidak sesuai aturan juklak dan juknis dalam penggelolaan Dana BLUD RSUAY Kota Metro TA. 2017, diruang kerjanya belum lama ini.

Menurut penasehat hukum RSUAY Kota Metro, Hadri mengatakan, Dana rumah sakit ini BLUD bukan APBD, APBN atau dana pemerintah. Bahwa uang rumah sakit ini semi swasta, jadi cari duit sendiri dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan PAD.

“Jadi duit yang kita bangun dari bangunan ini duit kita sendiri. Ini tidak masuk dalam APBN. Dalam pengelolaan keuangan BLUD sudah sesuai aturan yang ada.
Mau kita bangun gedung kek, mau beli obat kek dan mau kita hibahkan itu sudah terserah rumah sakit. Ini duit rumah sakit bukan duitnya negara ini,” ujar Hadri membela oknum direktur.
   
Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga mewanti-wanti agar persoalan ini sebelum melangkah lebih jauh, “Kalian (Wartawan) pahami terlebih dahulu dari pada kalian malu. Jadi untuk pelaksanaan pembangunan, cukup dengan melaporkan kepada walikota dan persetujuan DPRD, Selesai!,” terangnya.


Dalam hal ini, sambungnya, dirinya bertanggung jawab terhadap masalah hukum di rumah sakit ini. jangan sampai mengorbankan direktur seperti direktur rumah sakit di Liwa. “Orang makan duitnya, dia masuk penjara dan dana rumah sakit ini satu pintu,”  jelasnya. (TIM)

Post a Comment

[blogger]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget