REALISASI PROYEK RP. 63,6 MILIAR, DIDUGA OKNUM DIREKTUR RSUAY METRO DAPAT UNTUNG BESAR

Ilustrasi
KOTA METRO – Dari realisasi pelaksanaan 31 paket proyek dengan total anggaran Rp. 63.670.000.000,- di Rumah Sakit Umum Ahmad Yani (RSUAY) Kota Metro, Provinsi Lampung, diduga kuat oknum Direktur (EA) mendapat untung besar namun tindakannya tersebut telah mengakibatkan kerugian uang Negara mencapai miliaran.
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, bahwa pada tahun anggaran 2017 diduga modus operandi oknum pejabat direktur RSUAY Kota Metro untuk mendapat keuntungan pribadi secara besar-besaran, ia bersama kroni-kroninya secara berjamaah telah melakukan memperbanyak/ memperbesar (Mark-Up) mata anggaran belanja disetiap masing-masing item kegiatan paket proyek.
Dari 31 paket proyek tersebut diantaranya, belanja modal pengadaan perlengkapan dapur dan rumah tangga Rp. 997.500.000, konsultan perencana pembangunan lanjutan gedung rawat inap bedah Rp. 216.070.000, Pengadaan Alat – alat Kesehatan Rumah Sakit Rp. 22.028.110.400, Belanja Obat Pasien Dengan Jaminan Rp. 10.500.000.000,
Belanja Bahan Kesehatan Habis Pakai Rp. 8.000.000.000, Belanja Alat Kesehatan Habis Pakai Rp. 700.000.000, Belanja Bahan dan Alat Radiologi Rp. 700.000.000, Konsultan Perencana Rehab Gedung Rehabilitasi Medik Rp. 40.000.000, Konsultan Perencana Rehab Rawat Jalan Bawah, Rp. 80.000.000, Konsultan Perencana Rehab IGD Rp. 60.000.000, Konsultan Perencana Rehab gedung OK Rp. 20.000.000,
Konsultan Perencana Rehab gedung Haemodialisa Rp. 30.000.000, Konsultan Perencana Rehab Ruang Inap RPD A Rp. 28.000.000, Konsultan Perencana Rehab Ruang Rawat Inap RPD B Rp. 28.000.000, Konsultan Perencana Rehab Ruang Bedah Bawah Rp. 8.000.000, Konsultan Perencana Pemasangan Granit Koridor ICU-Bedah Rp. 8.000.000.
Konsultan Perencana Pemasangan Granit Koridor Laboratorium-Bersalin Rp. 8.000.000, Konsultan Perencana Pemasangan Granit Koridor Haemodialisa – Loundry Rp. 8.000.000, Konsultan Perencana Pemasangan Interior Kolom Rp. 6.579.674, Pembangunan Lanjutan Gedung Rawat Inap Bedah Rp. 5.401.750.000, Rehab Gedung Rehabilitasi Medik Rp. 1.000.000.000,Rehab Rawat Jalan Bawah Rp. 2.000.000.000,
Rehab IGD Rp. 1.100.000.000, Rehab Gedung OK Rp. 900.000.000, Rehab Gedung Haemodialisa Rp. 750.000.000, Rehab Ruang Inap RPD A Rp. 700.000.000, Rehab Ruang Inap RPD B, Rp. 700.000.000, Biaya Peralatan Kedokteran/Kesehatan Rp. 3.094.753.564, Belanja Modal Pengadaan Alat Kedokteran/Kesehatan Rawat Jalan Rp. 517.900.000.
Berdasarkan informasi di atas, banyak pihak mempunyai pandangan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan, belanja jasa maupun barang di RSUAY Kota Metro diduga telah terjadi penyimpangan/pelanggaran (KKN) yang berpotensi merugikan uang negara mencapai miliaran.
Mau tahu hasil investigasi perdetik.co bersama tim dilapangan dan bagaimana tanggapan pihak RSUAY dan APH Kota Metro, berita selengkapnya dapat dibaca edisi mendatang. (TIM)

Post a Comment

[blogger]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget