OKNUM DIREKTUR RSUAY METRO DIDUGA KORUPSI DANA BLUD 2017


KOTA METRO – Pelaksanaan realisasi anggaran bantuan layanan umum daerah (BLUD) di RSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro tahun 2017, diduga oknum direktur drg. Erla Andrianti disinyalir telah melakukan tindakan korupsi yang merugikan keuangan negara mencapai miliaran rupiah.

Pasalnya, dalam dugaan tindakan korupsi dana BLUD yang nilai anggarannya lebih dari Rp. 23 Miliar tersebut, oknum direktur bersama jajarannya dalam melaksanakan pedoman teknis pengelolaan keuangan BLUD tahun anggaran 2017 tentang proyek pembangunan fisik untuk fasilitas rumah sakit tidak sesuai pada juklak juknis.

Menurut keterangan dari narasumber yang enggan namanya ditulis mengutarakan, setiap adanya pelaksanaan proyek infrastruktur yang ada di pemerintahan harus memiliki surat keputusan (SK) Walikota sebelum digelarnya lelang proyek tersebut.

“Pembangunan dalam bentuk infrastruktur, Walikota diwajibkan untuk memberikan surat keputusan walikota tentang adanya surat yang menyetujui perintah mulai kerja terkait setiap pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan atau dilelangkan,” terangnya kepada wartawan belum lama ini.

Hal ini juga dikatakannya, berdasarkan Permendagri Nomor 61 Tahun 2007, tentang pengadaan barang atau jasa sebagaimana dimaksud, dalam pasal 99 ayat 2 berdasarkan ketentuan pengadaan barang atau jasa yang telah ditetapkan oleh pemimpin BLUD dan disetujui kepala daerah.

“Kami ingin melihat surat dari pemimpin BLUD dan surat Walikota yang menyetujui tidak dilaksanakan lelang dengan jenjang nilai diatas Rp. 200 Juta tanpa ditenderkan,” Tanya sumber.

Lebih jauh diutarakannya, hal ini tidak boleh ditutupi karena sudah diatur dalam undang-undang keterbukaan informasi publik (KIP), karena dalam peraturan perundang-undangan proyek bernilai tertentu harus dilakukan tender dalam pihak yang mengerjakannya.

“Namun dalam proses pelaksanaan pembangunan infrastruktur di RSUD Jend Ayani Kota Metro pada tahun 2017 saat ini diduga telah melanggar Permendagri dimaksud,” tegasnya.

Bagaimana tanggapan pihak RSUAY dan Walikota Metro, selengkapnya simak terus pemberitaan online di www.perdetik.co . Dalam waktu dekat ini tim investigasi akan terus mengusut informasi tentang realisasi dana BLUD TA. 2017 senilai Rp. 23 Miliar lebih ini hingga tuntas. 

Ini catatan data anggaran Dana BLUD 2017 di RSUAY Metro:

Belanja Obat Pasien Dengan Jaminan Rp. 10.500.000.000, Belanja Bahan Kesehatan Habis Pakai Rp. 8.000.000.000, Biaya Peralatan Kedokteran/Kesehatan Rp.  3.094.753.564, Belanja Modal Pengadaan Perlengkapan Dapur Dan Rumah Tangga Rp. 997.500.000, Belanja Modal Pengadaan Alat Kedokteran/ Kesehatan Rawat Jalan Rp. 517.900.000, Belanja Alat Kesehatan Habis Pakai Rp. 700.000.000, Belanja Bahan dan Alat Radiologi Rp. 700.000.000.


Konsultan Perencana Pembangunan Lanjutan Gedung Rawat Inap Bedah Rp. 216.070.000, Konsultan Perencana Rehab Gedung Rehabilitasi Medik Rp. 40.000.000, Konsultan Perencana Rehab Rawat Jalan Bawah Rp. 80.000.000, Konsultan Perencana Rehab IGD Rp. 60.000.000, Konsultan Perencana Rehab gedung OK Rp. 20.000.000, Konsultan Perencana Rehab gedung Haemodialisa Rp. 30.000.000

Konsultan Perencana Rehab Ruang Inap RPD A Rp. 28.000.000, Konsultan Perencana Rehab Ruang Rawat Inap RPD B Rp. 28.000.000, Konsultan Perencana Rehab Ruang Bedah Bawah Rp. 8.000.000, Konsultan Perencana Pemasangan Granit Koridor ICU-Bedah Rp. 8.000.000, Konsultan Perencana Pemasangan Granit Koridor Laboratorium-Bersalin Rp. 8.000.000, Konsultan Perencana Pemasangan Granit Koridor Haemodialisa – Loundry Rp. 8.000.000, Konsultan Perencana Pemasangan Interior Kolom Rp. 6.579.674, Belanja Modal Pengadaan Alat Kedokteran/Kesehatan Laboratorium Rp. 40.000.000. (TIM) 

Baca Berita Terkait:

Post a Comment

[blogger]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget