PUNGLI? OKNUM LURAH RAJABASA DITUDING MERAUP KEUNTUNGAN RATUSAN JUTA

Ilustrasi
BANDAR LAMPUNG – Berkat keluhan dari warga kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung yang merasa menjadi objek bancakan pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), diduga oknum lurah setempat, Diki memungut biaya sebesar Rp1 hingga 2 juta per buku dari kuota sebesar 125 buku sertifikat PTSL. Dari aksinya, si oknum lurah bersama kroninya diduga meraup keuntungan hingga Rp255 juta.
Dalam melancarkan aksinya, oknum lurah itu dibantu oleh oknum Kelompok Masyarakat (Pokmas) setempat, Dahlan. Melalui pokmas setempat, peserta PTSL Kelurahan Rajabasa dikoordinir untuk memberikan upeti yang besarannya Rp1 juta hingga Rp2 juta. Bahkan sumber koran ini juga membenarkan prihal tarikan tersebut.
Sementara itu, Lurah Rajabasa, Diki, ketika di konfirmasi prihal dugaan pungli tersebut segera meminta kepada awak media (Handal Lampung) agar tidak mempublikasikan permasalahan pungli PTSL ini.

“Sabar Pak, biar saya Kordinasikan terlebih dahulu dengan pokmasnya dan jangan di angkat pemberitaannya,” ujar Diki saat dikonfimrasi belum lama ini.

Seperti diketahui, Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan bagian dari program Presiden Joko Widodo yaitu Nawa Cita dengan target mencetak lima juta sertifikat dari presiden kepada BPN. Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak.
Memang sangat disayangkan jika program andalan orang nomor 1 di Negeri ini dijadikan objek bancakan para oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab.
Selain itu, program PTSL ini meliputi semua objek pendaftaran tanah yang belum terdaftar dalam satu wilayah desa/kelurahan. Program PTSL digagas Pemerintah Republik Indonesia dan dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
Program ini pun bertujuan untuk mengakselerasi pemberian kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah. Dengan demikian dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam waktu dekat ini Tim Investigasi akan mengupas persoalan ini lebih mendalam, berikut siapa saja yang ikut menikmati aliran dana bancakan tersebut. Berita selengkapnya tunggu edisi mendatang. (TIM)

Post a Comment

[blogger]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget