Dituding Pungli di Depan PKL Pasar Metro, Leo Hutabarat Tertunduk Malu


KOTA METRO – Pada saat penyampaian aspirasi dugaan kuat disperindag kota metro sejak  zaman Leo Hutabarat masih kabid pasar memang sudah jelas kerjanya dinilai sangat mengedapankan dan membela pengembang pasar.

Ketika ditanya pungutan perhari yang dipungut atas perintah dinas yang memungut ke PKL Rp 2.000 sampai Rp 3.000, dikalikan hampir dua ribu pedagang yang ada di Kota Metro, Yanto selaku perwakilan yang ikut membela hak PKL mempertanyakan kemana larinya dana itu.

Leo pun tertunduk diam dan nampak malu atas perbuatan dan tindakannya kepada rakyat kecil.

"Bukannya memberi bantuan kepada yang  mendapat  musibah  kebakaran  belum  lama  ini  malah  mau ditindas," ujar ketua dan perwakilan himpunan PKL metro belum lama ini.

Orasi tiga hari Islam, perwakilan pedagang yang juga ketua himpunan pedagang kaki Lima  metro (HPKLM) azwan yang Diana sekisaran ratusan masa yang ikut mendengar kan aspirasi beberapa perwakilan.

Mereka sangat tidak terima atas perlakuan semena – mena yang dilakukan Leo sebagai kepala dinas Dan juga  penangung  jawab pasar atas tindakanya.

Para pedagang  sangat melontarkan kemarahanya yang tidak dapat mereka terima atas penindasan rakyat kecil yang sudah jatuh atas kejadian kebakaran dipasar belum lama ini.

Malah di aniaya haknya  atas penulisan  atas perintah kabid pasar, fajar sebagai perpanjangan tangan Leo hutabarat selaku kepala dinas yang memerintah kan dengan tulisan pedagang kaki  Lima harus pindah ke lokasi atas yang masih dalam keadaan direnovasi dan Murat marital, ungkap azwan selaku ketua himpunan PKL Metro. (Gus/Tim)
[blogger]

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget