Terkini



BANDAR LAMPUNG – Pada pergantian Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung Periode 2018-2021, Abdul Rohman, SH terpilih aklamasi dalam konferensi kabupaten (Konferkab) VI di Balai Wartawan Solfian Ahmad PWI Lampung, Jalan Ahmad Yani, Bandar Lampung, Senin (9/4/2018).

Dengan mengantongi 22 suara dari 27 pemilik suara sah, Pemimpin redaksi media online cahayalampung.com ini dipercaya untuk memimpin PWI Tuba selama tiga tahun kedepan.

Menanggapi itu, Abdul Rohman sangat mengapresiasi kepercayaan para anggota PWI Tulangbawang.

Dia menilai kepercayaan dari PWI Tuba menjadi amanah untuk dirinya. “Amanah ini akan ringan jika didukung seluruh anggota," katanya.

Dia pun yakin dan mengaku siap meningkatkan profesionalisme jurnalis daerah setempat.

“Terpenting, dengan dukungan saat ini akan terus diberikan kepadanya saat menjalan roda organisasi selama tiga tahun kedepan, saya yakin profesionalisme jurnalis Tulang Bawang bisa lebih meningkat,” ujarnya.

Selain itu, Ketua PWI Tuba terpilih ini juga berharap dukungan mantan-mantan ketua PWI sebelumnya. Apalagi keempat mantan ketua PWI sebelumnya turut hadir dalam Konferkab VI.

"Terima kasih atas kepercayaan dari teman-teman pada saya untuk memimpin PWI Tulangbawang. Ini bukan tugas ringan. Karena itu, saya butuh dukungan dari kawan-kawan untuk membawa PWI Tulangabawang lebih maju," kata Abdul Rahman. 

Ditambahkannya, saat menjalankan roda organisasi selama tiga tahun kedepan, pihaknya juga akan segera menyusun program kerja dan menginventarisir aset. (*)

TULANG BAWANG BARAT - Masyarakat Kabupaten Tulangbawang Barat mempertanyakan modal usaha manuk super yang tidak ada kejelasan. Bagaimana tidak, semenjak terbentuk program usaha BUMT dari tahun 2015 hingga 2018 semakin tidak ada kejelasan.


"Jangankan ayam kandang pun entah dimana," ujar narasumber yang enggan namanya ditulis saat diwawancarai wartawan, belum lama ini.


Yang lebih anehnya, lanjut sumber, usaha bersama yang modal usahanya bersumber dari Dana Desa (DD) tersebut tidak tau dimana letak kandang dan kantor BUMT. Jangankan untung rugi, para Kepala Tiyuh pun tidak tau.

Masih dikatakannya, tetapi di dalam launching Bupati Umar Ahmad mengatakan, usaha manuk super adalah ikonnya TBB. Artinya usaha manuk super yang di kelola BUMT bisa membawa Kabupaten jadi contoh.

Terpisah, salah satu Kepala Tiyuh mengatakan, “Jangankan masyarakat, saya sebagai Kepalo Tiyuh tidak tau. Apa itu untung, apa lagi rugi. Semenjak dana saya transfer mulai terbentuk BUMT baik rapat bulanan, tahunan, maupun bagi hasil semuanya tidak pernah di rapatkan.

“Kepala Tiyuh merasa dirugikan karena modal usaha yang totalnya mencapai Rp. 5,5 Miliar tersebut bersumber dari dana desa (DD). Secara hukum mungkin kami bertanggung jawab atas usaha manuk super yang di kelola oleh BUMT, karena dana tersebut dari pemerintah untuk rakyat,” tegasnya.

Mau tahu kelanjutan berita ini, tunggu edisi mendatang. (TIM)

SUKADANA – Tahun 2018 ini, ATR/ BPN Kabupaten Lampung Timur melalui program Prona dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Desa Pasar Sukadana mendapat kuota sebanyak 2000 bidang tanah segera ber-sertifikat secara keseluruhan atas kepemilikan yang sah.


Hal ini disampaikan Kepala Desa Pasar Sukadana, Delly Salthoni Sangjaya bersama Camat dan Kapolsek Sukadana saat mendampingi anggota Pokmas PTSL dan jajaran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung Timur melakukan sosialisasi program PTSL guna mengantisipasi Upaya pencegahan terjadinya konflik soal pertanahan, di Balai Desa setempat, Sukadana, baru-baru ini.

Lebih lanjut dijelaskan Delly, Berdasarkan peraturan Bupati Lampung Timur No 31 tahun 2017 tentang PTSL, Desa Pasar Sukadana, Kecamatan Sukadana, Lampung Timur mendapatkan jatah 2000 bidang untuk Prona dan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Saya sebagai kepala desa sangat mengapresiasi program ini, karena dilaksanakan untuk mempercepat terwujudnya pendaftaran tanah di seluruh wilayah Desa Pasar Sukadana," ungkap Adell sapaan akrabnya.

Lebih jauh dikatakan Kades, pihaknya menyambut baik dan berterimakasih kepada BPN Lampung Timur yang sudah memberikan kepercayaan dengan memberikan jumlah bidang yang cukup besar, mengingat Desa Pasar Sukadana cukup luas terdiri dari 14 dusun, 41 RT, program ini adalah tahun ketiga Desa Pasar Sukadana mendapatkan dari tahun 2015, 2016 dan 2018.

"Saya harap dikesempatan sosialisasi PTSL oleh pihak BPN lampung timur,peserta bisa memahami dan mengerti apa yang menjadi ketentuan untuk mendapat buku sertifikat, serta program pelaksanaan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) tahun 2018 bisa berjalan dengan baik" tutupnya. (Za)




PESAWARAN – Menanggapi pemberitaan dugaan mark-up dan korupsi anggaran di Sekretariat Daerah (Setda) tahun 2017, dalam alokasi biaya Perjalanan Dinas Luar Daerah yang mencapai Rp. 103 Miliar, Sekretaris Daerah Pesawaran, Kesuma Dewangsa naik pitam.

Dirinya nampak berang dan menuding Kepala Bagian Umum Setdakab Pesawaran, Fanny Setiawan yang sebagai penerima kuasa pengguna anggaran senilai Rp. 103 Miliar lebih tersebut.

Hal itu dikatakannya saat menghubungi redaksi tipikornewsonline.com, jumat (30-03-2018), belum lama ini.

Selain itu, lanjut Kesuma, dirinya akan menuntut, karena tidak terima ditulis dalam berita sebelumnya, ia selaku pengguna anggaran.

“Kamu akan saya tuntut, karena sudah menuliskan saya selaku pengguna anggaran. Kegiatan tersebut sudah saya limpahkan kepada Bagian Umum sebagai kuasa pengguna anggarannya. Silahkan beritakan, jika tidak terbukti kamu akan saya tuntut!” ancam Sekda Pesawaran dengan nada tinggi.

Sementara, sampai berita ini diturunkan Fanny Setiawan selaku Kabag Umum Setda setempat saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya terkesan tidak menanggapi.

Saat ditelepon, “Maaf ini masih sedang mengisi materi,” ujarnya dengan suara pelan dan langsung menutup telepon selularnya, Senin (02-04-2018) kemarin.  

Bagaimana tanggapan Bupati Pesawaran, Hi. Dendy Ramadhona K, ST terkait pemberitaan dugaan mark-up dan korupsi anggaran perjalanan dinas yang mencapai Rp.103 Miliar ini, tunggu edisi mendatang. (TIM)


PESAWARAN – Tahun anggaran 2017 pada kegiatan swakelola di sekretariat Pemkab Pesawaran merealisasikan untuk anggaran belanja dinas luar daerah senilai Rp. 103 Miliar. Kuat dugaan kegiatan tersebut jadi ajang korupsi besar-besaran oknum pejabat sekretariat setempat.

Bagaimana tidak, menurut berbagai sumber dan berdasarkan hasil data yang dihimpun tim investigasi Tipikor News, jika dibandingkan dengan anggaran belanja perjalanan dinas Kabupaten/ Kota se-Provinsi Lampung khususnya, Kabupaten Pesawaran paling terbesar nilai anggarannya.

“Salah satunya Kota Bandar Lampung yang termasuk ibu kota provinsi Lampung saja hanya Rp. 22 Miliar anggarannya,” ujar sumber yang enggan menyebut namanya saat diwawancarai Tipikornewsonline.com belum lama ini.

Lebih lanjut diungkapkannya, banyak kalangan masyarakat Lampung khususnya di Kabupaten Pesawaran menilai, anggaran program peningkatan dan pengembangan administrasi pembangunan tersebut diduga kuat hanya modus korupsi sekretaris daerah (Sekda) Pemkab Pesawaran, Ir.KESUMA DEWANGSA, M.M, dengan bersama kroni-kroninya.

“Mark-Up anggaran menjadi modus korupsi sekretariat Pemkab Pesawaran. Pasalnya, diduga pihaknya telah memperbanyak/ memperbesar salah satu mata anggaran (Mark-Up) kegiatan swakelola 2017, khususnya pada rincian biaya belanja program peningkatan dan pengembangan administrasi pembangunan untuk kegiatan operasional unit layanan pengadaan yang digunakan sebagai biaya belanja perjalanan dinas luar daerah,” beber sumber.

Usut punya usut Pemkab Pesawaran berani menganggarkan untuk perjalanan dinasnya mencapai Rp. 103.504.000.000,- kuat dugaan adanya kongkalikong dengan pihak DPRD dengan Setdakab setempat, untuk dapat mengesahkan anggaran kegiatan tersebut dengan adanya pemberian uang pelicin alias “Chiss” kepada DPRD Kabupaten Pesawaran.

Bagaimana kelanjutan berita ini selengkapnya, tunggu edisi selanjutnya. (TIM)


LAMPUNG TENGAH - Sebanyak 200 peserta mengikuti sosialisasi Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dengan tema pentingnya pemenuhan gizi dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting yang digelar di Hotel Sparks Convention Bandarjaya, Selasa (27/3).

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Pengolahan dan Penyediaan Informasi Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto.

Peserta sosialisasi berasal dari dinas dan instansi terkait dan ketua TP PKK Lampung Tengah bersama Pokja III dan Pokja IV, kepala Puskesmas, petugas penyuluh kesehatan dan petugas gizi dan organisasi profesi kesehatan serta Karang Taruna.

Plt Bupati Loekman Djoyosoemarto menyampaikan terimakasih atas ditunjuknya Kabupaten Lampung Tengah sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi pencegahan stunting oleh Kementerian Kominfo. Menurut Loekman, di tengah keberhasilan Kabupaten Lampung Tengah dalam melaksanakan pembangunan di segala bidang masih ada beberapa hal yang menjadi permasalahan dan tantangan utama.

“Khususnya pelayanan kesehatan yang memang betul-betul diminta masyarakat untuk lebih ditingkatkan lagi. Harus diakui, dalam rangka pembangunan kesehatan di Kabupaten Lampung Tengah masih menghadapi berbagai hal yang multi kompleks seperti masalah budaya, pendidikan masyarakat itu sendiri, pengetahuan, lingkungan, dan kecukupan,” kata Plt. Bupati Loekman.

Berkaitan dengan penurunan angka kematian  ibu dan angka kematian bayi, diakui Loekman, merupakan tantangan yang sulit dicapai.  Selain itu, masih banyak lagi permasalahan kesehatan lainnya, mulai dari angka harapan hidup masih rendah, yaitu 69,15 persen di tahun 2016. Termasuk angka prevalensi gizi kurang yang cukup tinggi dan masih ditambah lagi dengan kasus stunting yang mencapai 57,2 persen di tahun 2013 melebihi angka standar Nasional (Rikesdas 2013).

Menyikapi hal itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah akan terus menerus mengadakan koordinasi baik secara internal maupun lintas sektoral. Berdasarkan data terbaru, saat ini tersisa 10 kampung lagi yang menjadi locus stunting di Lampung Tengah. 

Kepala Dinas Kominfo Lampung Tengah Drs. Sarjito menjelaskan, bahwa sosialisasi yang dilaksanakan sehari penuh. Kegiatan itu menghadirkan narasumber Galapong Sianturi dari Direktorat Gizi Masyakat Kemenkes, Arief Rahman dari Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kemensos serta dr. Tutil Ernawati, M.Gizi, Sp.GK. Sedangkan dari Kementerian Kominfo sendiri diwakili oleh Direktur Pengolahan dan Penyediaan Informasi Selamatta Sembiring. (ADV)

LAMPUNG TENGAH – Kegiatan tahun baru saka 1940, warga kecamatan Seputih Banyak dihadiri dan dibuka langsung oleh Plt Bupati Loekman Djoyosoemarto di Lapangan Merdeka Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, belum lama ini.

Peringatan tersebut digelar Festival Ogoh-Ogoh yang di meriahkan 40 kelompok se-kabupaten Lampung Tengah.

Dalam sambutan Plt Bupati Lampung Tengah, Loekman menyatakan siap membesarkan kegiatan budaya ogoh-ogoh dan membawa kegiatan rutin itu sebagai agenda kebudayan daerah ke ajang nasional dan internasional.
“Pemkab Lampung Tengah siap menganggarkan anggaran bersama Dinas Pariwisata. Faktanya ogoh-ogoh di sini merupakan yang terbesar di luar Pulau Bali. Dengan begitu potensi wisatanya bisa kita maksimalkan jika dikelola dengan baik,” kata Loekman.

Loekman juga mengajak seluruh umat sedarma dan juga umat beragama lainnya untuk menjaga persatuan. Menurutnya, Lamteng sebagai wilayah multietnis mempunyai banyak potensi yang harus diperkuat.

“Kita akan agendakan juga dengan DPRD, kedepan supaya bisa diselenggarakan juga festival kebudayaan semua etnis dan budaya yang ada di Lamteng secara bersama-sama dalam satu waktu,” ujarnya. (Adv/Ist)

Plt. Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyosoemarto
saat memimpin apel bulanan. Foto: Istimewa
GUNUNGSUGIH – Pelaksana tugas (Plt)  Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Loekman Djoyosoemarto mengimbau kepada seluruh jajaran ASN dalam melaksanakan tugas di masing masing SKPD, untuk hati-hati dalam bekerja dan jangan terpengaruh dengan peristiwa akhir-akhir ini yang terjadi di Pemkab Lamteng.

“Keprihatinan pasti kita alami dan tidak bisa kita pungkiri. Maka itu, saya tekankan agar berhati-hati dalam bekerja. Karena niat baik belum tentu berbuah baik. Dan ini pelajaran bagi kita semua. Kita harus tetap semangat melaksankan program kerja yang telah tertuang dalam anggaran APBD 2018,” tegasnya saat mempimpin apel bulanan di Lapangan Gunungsugih, baru-baru ini.

Lebih lanjut disampaikan Loekman, bahwa kondisi yang terjadi di lingkungan Pemkab Lamteng saat ini, jangan sampai mengganggu kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

“Sebaiknya, hal yang kita alami dijadikan pelajaran bagi semua jajaran ASN dalam melaksanakan tugas, agar sesuai dengan aturan  yang berlaku,” ujar Loekman di hadapan ASN.

Plt. Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyosoemarto
saat memimpin apel bulanan. Foto: Istimewa
Peringatan kepada seluruh ASN itu, diharapkan Loekman bisa ditaati. Pasalnya, dia kini menjadi pengganti kepala pemerintahan di Pemkab Lamteng.

“Sejak tanggal 15 Februari sampai 23 Juni 2018, saya resmi menjadi Plt. Bupati Lampung Tengah karena Pak Mustafa sedang cuti mencalonkan diri di Pilgub Lampung. Jadi saya harap instruksi saya ditaati,” pungkasnya.

Usai pimpin apel, Plt Bupati Loekman memerintahkan seluruh kepala organisasi perangkat daerah(OPD) mengikuti rapat koordinasi. Terkait Pilgub Lampung, Loekman tegaskan agar ASN bersikap netral pada semua pasangan calon.

“Saya tidak menginginkan ASN Lamteng bermasalah dengan hukum,” kata Loekman. (Adv/ Rls)


 “Kami atas nama jajaran DPRD dan seluruh masyarakat Kabupaten Tulang Bawang mengucapkan, Selamat dirgahayu Provinsi Lampung ke 54 tahun. Semoga pembangunan sukses, Lampung maju dan rakyat sejahtera,” ucap Sopi'i Ashari.

Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Lampung ke-54 tahun, sekaligus memperingati HUT Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) ke- 21 tahun, DPRD setempat menggelar paripurna istimewa yang di pimpin langsung oleh Ketua DPRD Tulang Bawang, Sopi’i Ashari, di gedung dewan setempat, selasa ( 20/03/2018).

Dalam sambutannya, Ketua DPRD Tuba menyampaikan, dalam rangka memperingati hari yang bersejarah ini, mari kita maknai  betapa waktu berganti penuh perjuangan dan penuh pengabdian, dan terus tingkatkan persatuan dan kesatuan untuk mendukung pembangunan.

Di moment Hut ini agar semua program yang dirumuskan pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik, guna kemajuan pembangunan yang di harapkan masyarakat, tentu kami sebagai mitra kerja akan mendukung dan mengawasi dengan tugas fungsi kami.

Lebih lanjut ditambahkannya, “Kami atas nama jajaran DPRD dan seluruh masyarakat Kabupaten Tulang Bawang mengucapkan, Selamat dirgahayu Provinsi Lampung ke 54 tahun. Semoga pembangunan sukses, Lampung maju dan rakyat sejahtera,” ujar Sopi’i.

Selain itu, kegiatan ini diakhiri dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai rasa syukur atas pemerintah kabupaten tulang bawang yang sudah berusia 21 tahun.

Hadir dalam kesempatan ini bupati tulang bawang hj.winarti, wakil bupati hedriwansyah, kepala biro orda provinsi chandri, pj sekda tulang bawang antoni, kapolres, dandim, mantan bupati a sipandi, para  assiten, para kepala dinas, camat dan tokoh masyarakat serta ormas.  (Adv)

“Provinsi Lampung saat ini tengah mengalami kemajuan, baik dari segi infrastruktur seperti infrastruktur jalan, jalan tol, peningkatan bandara Raden Intan II sebagai bandara Internasional dan bandara embarkasi haji penuh, pengembangan Bandara Taufik Kiemas, pembangunan perpustakaan, pembangunan dermaga cepat dan lain sebagainya.”

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Provinsi Lampung, Dedi Afrizal, S.Kep dalam sambutannya saat Sidang paripurna istimewa DPRD Provinsi Lampung dalam rangka memperingati HUT Provinsi Lampung ke-54, di gedung DPRD setempat, di Bandar Lampung, Senin (19/03).

Lebih lanjut dikatakan Dedi Arizal,  seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan pariwisata, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi Lampung, dan menurunya tingkat kemiskinan, dan peningkatan pembangunan juga merupakan peningkatan pembangunan lainnya.

“Dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Lampung ke-54, Lampung sudah banyak menorehkan berbagai prestasi dan kemajuan yang sangat pesat. Walau ada beberapa hal yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Menurut Ketua DPRD Provinsi Lampung, Dedi Afrizal, S.Kep menjelaskan, Tantangan ke depannya akan semakin berat. Untuk itu, dibutuhkan solidaritas tinggi, gotong royong, bahu membahu, serta meningkatkan sinergiseluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk kemajuan Provinsi Lampung tercinta.


Sidang paripurna istimewa DPRD Provinsi Lampung dalam rangka HUT Provinsi Lampung yang mengusung tema ‘Pembangunan Sukses, Lampung Maju, Rakyat Sejahtera’ ini berlangsung dengan hangat dan meriah.

Kemudian Pemotongan tumpeng yang di lakukan oleh Ketua DPRD Lampung Dedi Afrizal dan dberikan kepada Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno, dan Pemprov dan DPRD kemudian melakukan foto bersama dengan wajah gembira di depan Gedung DPRD menjadi sebagai acara penutup paripurna Istimewa peringatan HUT Lampung ke 54 tersebut. (Adv/ Ist)

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget